Jawaban soal UAS Pengantar Teknologi Informasi

Jawaban soal UAS Pengantar Teknologi Informasi
Nama: Rian Ashabul Khafhi NO Nim: A2.1500077 Kelas:TI-ICK

Rabu, 06 Januari 2016

Artikel postingan orang lain

Teknologi, dengan segala keuntungan yang diberikannya telah membuat teknologi itu sendiri berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut terlihat dengan mulai masuknya penggunaan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari aspek bisnis dengan adanya e-business hingga aspek pendidikan yaitu dengan adanya e-learning. Pemanfaatan teknologi dalam dunia bisnis sudah bukan sekedar menjadi pelengkap saja bagi beberapa perusahaan melainkan sudah masuk dalam bagian dari proses bisnis itu sendiri. Jika pemanfaatan teknologi sudah “sebegitunya”, apakah pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia juga akan demikian?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, ada baiknya untuk mengetahui manfaat dari teknologi itu sendiri. Memangnya kenapa kita harus memanfaatkan teknologi tersebut dalam bidang pendidikan? Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan manusia. Oleh karena itu, teknologi informasi dan komunikasi hadir dengan tujuan memberi kemudahan bagi penggunanya dalam pengolahan, penerimaan, penyimpanan, pengaksesan informasi dan komunikasi. Dalam pendidikan di Indonesia, kegiatan belajar belajar mengajar langsung dipresepsikan sebagai kegiatan dimana peserta ajar dan pengajar bertemu dalam suatu ruang kelas. Dulu, memang begitulah proses kegiatan belajar mengajar secara “resmi”. Namun, dengan hadirnya teknologi Internet, sebagai teknologi informasi dan komunikasi, ruang kelas yang bisa dianggap sebagai suatu bentuk keterbatasan dapat hilang. Dengan hilangnya keterbatasan ruang, itu sudah berarti bahwa kita bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Hal ini tentunya dapat membantu teman-teman kita, seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) secara umum sebenarnya telah dimulai pada tahun 1999, yaitu melalui program Jaringan Internet (Jarnet) yang selanjutnya secara berturut-turut dikembangkan program Jaringan Informasi Sekolah (JIS), Wide Area Network (WAN) Kota, Information and Communication Technology Center (ICT Center), dan yang terakhir yang cukup santer didengar yaitu Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) [1]. Walaupun langkah kita memang tertinggal oleh negara-negara tetangga seperti Malaysia, India, dan Singapura [2], namun langkah-langkah pemerintah dalam pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan secara bertahap ini patut diacungkan jempol. Belum lagi untuk tahapan kedepannya, pemerintah berencana untuk mengembangkan South East Asia Education Network (SEA EduNet), yaitu program untuk mengintegrasikan jejaring yang telah dibangun oleh negara-negara tetangga agar dapat melakukan sharing knowledge dengan lebih insentif [1].
Melihat langkah-langkah pemerintah, rasanya kita bisa merasa optimis terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di negara kita. Apalagi untuk program telah berlangsung, yaitu Jardiknas, pada akhir tahun 2007 saja disebutkan bahwa telah terhubung 1.014 titik institusi dan 11.825 sekolah dengan Jardiknas [1]. Namun, jika ditelaah kembali, itu saja belum cukup. Pemerintah baru saja membangun infrastukturnya. Masih banyak aspek lainnya yang apabila tidak ditangani secara serius, maka pemanfaatan teknologi ini tidak menghasilkan suatu kebermanfaatan. Memang pemerintah telah melakukan langkah yang tepat, yaitu dengan pembangunan infrastruktur, namun apabila berbicara mengenai pendidkan, tentu itu terkait dengan peserta ajar, pengajar, dan materi aja tentunya. Jika menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajarnya, sudah tentu ketiga komponen proses belakar mengajar yan telah saya sebutkan sebelumnya haruslah disesuaikan dengan teknologi tersebut. Analoginya begini apabila dalam suatu pertempuran, seluruh peralatan dengan teknologi yang luar biasa canggihnya telah disiapkan. Namun apakah itu menjamin bahwa hal tersebut akan memenangkan pertempuran? Tentu tidak, bahkan bisa jadi kalah telak! Kenapa begitu? Ya tentu saja, karena semua pasukan tidak mengerti cara penggunaan senjata tersebut. Begitu juga dalam proses belajar mengajar. Secanggih atau sehebat apapun teknologi yang digunakan, apabila sumber daya manusianya tidak siap dengan teknologi itu sendiri, maka segala manfaat yang dijanjikan oleh teknologi hanya akan menghasilkan nol besar. Oleh karena itu, untuk mencapai kebermanfaatan yang maksimal dari teknologi, selain pembangunan infrastruktur dan berbagai teknologi yang diperlukan didalamnya, pengolahan sumber daya manusia dalam pengetahuan teknologi juga merupakan hal yang harus secara serius diperhatikan. Untuk masalah ini, penulis memang belum mendapatkan data seberapa banyak pelatihan yang dilakukan berbagai institusi untuk meningkatkan pengetahuan terhadap teknologi yang digunakan dalam dunia pendidikan. Namun dengan melihat beberapa spanduk acara atau informasi-informasi lainnya, rasanya usaha tersebut sudah cukup diperhatikan dengan adanya acara-acara pelatihan terhadap melek teknologi bagi para guru.
Dengan adanya usaha dari pemerintah, dan usaha kita sebagai warga negara yang baik dalam mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini, semoga pemanfaatan teknologi tersebut dapat bermanfaat seoptimal mungkin di negara kita. Maju terus Indonesia!
Referensi:
[1]http://khalidmustafa.wordpress.com/2008/05/23/sejarah-pengembangan-infrastruktur-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dari-jarnet-hingga-jardiknas-menuju-ke-south-east-asian-education-network-sea-edunet/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar